Banyak dokumen dan bukti-bukti yang telah dibawa masing-masing pihak ke persidangan. Baik Samsung maupun Apple ingin membuktikan pihaknya tidak bersalah dalam pemakaian paten di produk-produk teknologi yang mereka buat.
Dari pengadilan federal di San Jose, California, Apple dan Samsung berkumpul untuk mulai menyeleksi juri dalam proses persidangan untuk hari Senin kemarin (30 Juli) atau hari ini (WIB). Tapi sepertinya hak itu tidak begitu mudah dilakukan.
Penyeleksian juri di sistem peradilan Amerika merupakan langkah pertama untuk bisa memutuskan perkara perebutan hak paten Apple vs. Samsung. Sebanyak 74 calon juri, dicek keberadaannya selama proses pesidangan yang telah berlangsung 4 minggu, kemudian diminta menentukan pihak mana yang telah melanggar paten siapa, dan kerugian apa yang harus diganti. 9 juri yang pada akhirnya diseleksi untuk mendengarkan kasus tersebut.
Hari ini waktu Amerika, seleksi juri diharapkan telah selesai sehingga bisa menghadiri persidangan sore harinya. Jika tidak cukup waktu bagi masing-masing kubu untuk memberikan keterangan maka akan ditunda hingga Selasa pagi (31 Juli)waktu Amerika.
Sebelum para juri disumpah, pengacara Apple Charles Verhoeven meminta pengadilan untuk tidak memasukkan keterangan tentang mantan desainer Apple, Shin Nishibori. Menurut dokumen yang muncul di persidangan pekan lalu, Nishibori diminta mendesain original iPhone porotype berdasar deskripsi desain dari smartphone milik Sony. Pihak Apple membantah keras tuduhan menjiplak smartphone Sony, karena bagi mereka Apple hanyalah terinspirasi, seperti halnya produsen lain. Sayangnya bantahan Apple tersebut tidak diterima Hakim Lucy Koh, karena harus disampaikan dalam argumen tertutup.

Image credit: The Verge
Sebagai pembuka, Hakim Koh memuji para calon juri yang telah bersedia hadir. “Jika Anda nantinya terpilih, maka ini akan menjadi kasus yang sangat menarik,” jelas Hakin Koh pada para juri.
Semua calon juri ditanya apakah mereka memiliki teman atau keluarga yang bekerja di Apple, Samsung, Google atau Motorola. Jika iya, apakah hal itu akan menghalangi tugas mereka nantinya sebagai juri. Seorang calon juri mengakui dia adalah mantan pegawai Apple, sementara juri lain mengatakan memiliki kawan dan keluarga yang bekerja di perusahaan-perusahaan yang telah disebutkan Hakim Koh. Seorang calon juri lain adalah desainer UI di kantor Google. Fakta lain tentang juri di kasus Apple vs. Samsung adalah sebagian besar mereka telah membaca biografi Steve Jobs tulisan Walter Isaacson.
Hakim Koh kemudian menanyakan pada para calon juri perasaaan mereka tentang media, tentang Samsung dan Apple serta sistem paten di Amerika. Hakim Koh juga menanyakan ponsel/smartphone apa yang dipakai masing-masing calon juri, atau tablet yang mereka miliki, apakah mereka pernah memiliki produk buatan Apple atau Samsung, atau apakah mereka berencana membeli produk buatan dua kubu yang bertikai itu.
“Apapun yang Anda gunakan, saya ingin tahu apa mereknya,” kata Koh kepada para calon juri.
Wanita pertama yang menjawab pertanyaan itu mengatakan ia berencana membeli iPhone 5 saat rilisnya nanti, atau Samsung Galaxy Nexus. Jawaban ini tentu saja membuat hadirin tertawa. Juri kedua mengatakan memiliki sejumlah produk buatan Apple. Juri lain mengatakan pernah memiliki “3 dari 4 iPod tapi hanya sebentar.”
Melihat ‘keberpihakan’ para calon juri tampaknya kubu Apple dan Samsung perlu waktu tambahan untuk menentukan 9 juri paling netral sehingga bisa diterima pengadilan dan turut memutus perkara perebutan paten yang menyita perhatian publik dunia itu.
Bagaimana menurut Anda, akankah Apple terbukti menjiplak desain smatphone Sony? Ataukan Samsung yang menjiplak iPhone?
Source